Minggu, 24 juli 2011
Subuh ini, jantungku berdetak sedikit lebih kacau dari biasanya. Bagaimana tidak, sedari tadi, aku sibuk wara-wiri ke sana kemari, mempersiapkan perbekalan untuk perjalanan nanti. “Journey to Rigah” aku mengulang-ulangnya dalam hati, demi menghilangkan kecemasan. Ah, sebenarnya aku sendiri juga ragu, apa aku sanggup mengawal anak-anak sebanyak itu ke tengah hutan? sedang aku sendiri belum pernah menginjakkan kaki di sana, sekali pun. Kalau mereka kenapa-napa, kan akulah orang pertama yang akan digorok oleh orang tua mereka.
Ah, hutan itu kan telah menjadi tempat permainan mereka, jadi tenang saja lah, pasti mereka tidak akan kenapa-napa. Aku kembali menghibur diri, sambil tangan cekatan memasukkan botol air minum, bu kulah (nasi bungkus), dan juga tak lupa, mukena dan beberapa buku yang telah kubeli kemarin.